Kamis, 25 Desember 2014

Cegah Macet, 185 Personil Dishub Disiagakan

CIKEMBAR - Mengantisipasi terjadinya kemacetan menjelang pergantian tahun yang hanya sepekan lagi, 185 petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi diterjunkan untuk membantu pihak kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas. Semuanya akan disebar disejumlah titik yang rawan terjadinya kemacetan.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 185 personil nantinya akan disebar di sepanjang wilayah Kabupaten Sukabumi dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda. 100 personil untuk mengatur Lalin, 25 personil di Posko Induk, 50 personil dipelayanan Terminal dan 10 personil bersiaga Penerangan Jalan Umum (PJU).

"Seluruhnya mereka akan ditempatkan di enam wilayah yang rawan terjadinya kemacetan," ujar Kepala Dishubkominfo Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana usai apel gelar pasukan Pam Perayaan Natal dan Tahun Baru di halaman Dishubkominfo, Rabu (24/12).

Keenam wilayah tersebut lanjut orang nomor satu di Dishubkominfo itu, yakni di Wilayah Cicurug dengan 10 titik kemacetan persimpangan dan pasar, wilayah Cibadak 6 titik kemacetan, wilayah Cikembar 4 titik kemacetan, Palabuhanratu 13 titik kemacetan, Surade 10 titik kemacetan dan wilayah Sagaranten 1 titik kemacetan dengan difokuskan di Terminal Sagaranten.

"Dari enam titik tersebut, titik paling rawan kemacetan ada di jalur jalan nasional yaitu Cicurug, Cibadak, Cikembar dan Palabuhanratu," terangnya.

Diakui Thendi, saat ini kepadatan kendaraan sudah mulai nampak disepanjang jalur nasional. Menurutnya, puncak kepadatan akan terjadi pada malam puncak pergantian tahun dan tiga hari setelah pergantian tahun.

"Peningkatan kendaraan kini juga sudah mulai terasa, persiapan yang kami lakukan ini tentu dalam upaya pelayanan kepada masyarakat baik orang Sukabumi maupun pengunjung Sukabumi," tukasnya.

Sementara itu, Adjo Sardjono yang bertindak sebagai inspektur apel menegaskan, selain harus tetap bersiaga dalam melakasanakan tugas di lapangan, kondisi kesehatan personil juga harus diperhatikan. Sehingga, dalam melaksanakan tugas pada waktunya, akan berjalan dengan maksimal dan optimal.

"Apalagi sekarang musim hujan, harus diperhatikan juga kesehatan semua personil. Semoga saja, musim liburan akhir tahun berjalan dengan lancar, aman dan tertib," singkatnya. (ren)

Sumber: Radar Sukabumi
Baca Selengkapnya

Lupa Matikan Kompor, Mak Ocih Terpanggang

WARUNGKIARA - Mak Ocih (68), warga Kampung Lebaksari Rt 03/04 Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara tewas terpanggang kobaran api yang melumat gubuk kecilnya. Diduga, api yang berasal dari kompor minyak tanah menjadi penyebab kebakaran. Jenazah korban langsung dikebumikan tak jauh dari tempat kejadian.

Informasi yang dihimpun, kebakaran yang merenggut nyawa nenek tua itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (24/12) kemarin. Saat itu, kondisi kampung tengah sepi lantaran warga setempat tengah sibuk dengan aktivitas masing-masing baik di ladang maupun di sawah. Sementara Mak Ocih yang hidup sebatang kara, diduga sebelum kejadian tersebut tengah memasak kemudian lelap tertidur.

Seorang saksi mata, Ai Nurhenti (22) mengatakan, sebelum dirinya mengetahui rumah Mak Ocih terbakar, ia melihat kepulan asap tebal melumbung di halaman rumahnya. Penasaran dengan asap tebal tersebut, ia langsung ke luar rumah dan didapatilah api yang sudah membesar sedang melahap rumah Mak Ocih.

"Saya kaget ketika melihat kobaran api, saya pun langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga yang lain," ujar Ai kepada Radar Sukabumi saat di lokasi.

Setelah meminta tolong kepada tetangga yang lain lanjut Ai, warga sekitar pun langsung bersibaku memadamkan amukan si jago merah tersebut. Alhasil, 30 menit kemudian api akhirnya bisa dipadamkan. Namun, setelah api reda, nampak sesosok jasad yang sudah hangus terbakar.

"Di situ diketahui ada jasad yang sudah terpanggang dan tak bernyawa lagi. Jasad itu ternyata Mak Ocih," jelas Ai.

Sementara itu, Kades Sukaharja, Adi Ruhiyat saat di lokasi menambahkan, kebakaran yang merenggut satu korban itu diduga berasal dari api kompor minyak tanah. Pasalnya, usai api berhasil dipadamkan, terdapat kompor minyak tanah dan tempat memasak nasi tepat di atasnya.

"Api dari kompor yang digunakan memasak, kayaknya Mak Ocih ini ketiduran ketika memasak," timpal Adi.

Melihat kondisi rumah dan keadaan korban lanjut Adi, jasad Mak Ocih tidak dilakukan otopsi. Setelah jasad yang sudah penuh dengan luka bakar itu diurus warga setempat, akhirnya jasad nenek malang asal Palabuhanratu itu langsung dikembumikan.

"Petugas kepolisian pun sudah datang tadi, jadi jasad beliau akan langsung kami kebumikan," tandasnya.

Pantauan Radar Sukabumi, rumah berukuran 2x3 meter milik wanita renta yang kesehariannya sebagai pengemis itu kini telah rata dengan tanah akibat dahsyatnya amukan si jago merah. Tempat tidur yang tidak jauh dari tempat tidur Mak Ocih nampak masih mengepulkan asap sisa kebakaran. Kejadian tersebut mengundang perhatian warga setempat. (ren)

Sumber: Radar Sukabumi
Baca Selengkapnya

Sabtu, 20 Desember 2014

Tiga Hari, Korban Tenggelam Ditemukan

CIBADAK - Tiga hari korban yang berpropesi seorang pengamen cilik hilang diseret sungai saat terjatuh dari jembatan rel Kereta api di Pamuruyan Cibadak itu akhirnya ditemukan dengan kondisi membusuk. Anggi (12) warga Kampung Pasirkolotok Kelurahan/Kecamatan Cibadak  dua hari lalu.

Pantauan Radar Sukabumi, dari pukul 08.00 WIB hingga sore hari penyisisran terus dilakukan. Namun, jenazah Anggi belum juga ditemukan. Sebab, debet air sungai yang tinggi dan cuaca buruk menjadi salah satu faktor kesulitan. 

"Kami dibantu oleh petugas Pol PP, Potensi Unit SAR Pramuka Peduli, BPBD dan Muspika Kecamatan Cibadak terus mealukan penyisiran. Namun, pencarian di sungai lebih sulit, apalagi ditambah air sungai yang deras," ujar Ketua Sarda Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, Selasa (16/12).

Dari mulai sekitar Tempat Kejadian Musibah (TKM) hingga water kerah, pencarian menggunakan rafting dan penyisiran manual dengan pola berhenti ditiap titik terus dilakukan. Namun, dirinya mengaku belum ada progres penemuan korban. 

"Panjang dari TKM hingga Waterkera ini empat kilo meter. Seandaninya belum juga ditemukan, kami akan melakukan pencarian hingga Ubrug yang panjangnya 10 Km," terangnya.

Sementara itu, Ayah korban yakni Rusdi Permana mengharapkan agar penemuan jenazah anaknya itu bisa secepatnya ditemukan. "Mudah-mudahan saja bisa cepat ketemu," singkatnya sambil meratapi sungai disekitar TKM. (lan).

Sumber: Radar Sukabumi
Baca Selengkapnya